Balmon Mataram Edukasikan Keselamatan Pelayaran

Lombok (SDPPI) – Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Mataram Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) berikan edukasi terkait keselamatan pelayaran kepada nelayan di Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini memberikan wawasan kepada para nelayan serta ilmu terkait penggunaan komunikasi dikapal agar tidak terjadinya gangguan saat melakukan komunikasi” ucap Direktur Operasi Sumber Daya Dwi Handoko, Selasa (18/4/2023).

Kegiatan Bimbingan Teknis Sertifikasi Operator Radio (SOR) Long Range Certificate (LRC) diperuntukan untuk seluruh Nelayan yang diselenggarakan di Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

“Selain kanal frekuensi marabahaya, Ditjen SDPPI juga memberikan beberapa kanal frekuensi khusus untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat nelayan dalam berkomunikasi dengan anggota keluarga ataupun pemilik kapal, sehingga diharapkan tidak ada lagi gangguan komunikasi, khususnya pada komunikasi penerbangan.” ujar Dwi Handoko.

Hadir sebagai narasumber Kepala Balai Monitor Kelas II Mataram Kasno menyampaikan bahwa tujuan dari rangkaian kegiatan Maritime on the Spot ini adalah untuk keselamatan pelayaran. “Nelayan wajib menggunakan perangkat radio yang bersertifikat dan sesuai dengan alokasi frekuensi untuk berkomunikasi di laut, serta sesuai dengan peruntukannya.” Jelasnya.

Kegiatan diikuti oleh 50 (lima puluh) peserta yang seluruhnya berasal dari komunitas nelayan dengan domisili di wilayah Pelabuhan Labuhan lombok dan Pelabuhan Sinjai Sulawesi Selatan. Peserta sangat antusias dari awal hingga akhir kegiatan meskipun dilaksanakan pada saat bulan Ramadhan.

Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, selain mendapatkan legalitas berupa Sertifikat Jarak Jangkau Jauh (Long Range Certificate/LRC) dan Izin Komunikasi Radio Nelayan (IKRAN), para nelayan juga dapat mengimplementasikan pengetahuan mereka saat berlayar, serta menggunakan etika berkomunikasi dengan baik dan benar di laut khususnya dalam situasi Marabahaya. “Saya harap para nelayan dapat menggunakan segala ilmu yang diberikan pada bimtek ini, “tutup Kasno.

(Sumber/ Foto : Herlin, Balmon Mataram)